Hadapi Tantangan, Alumni USM-Indonesia Diharapkan Mampu Bertindak Sebagai  Problem Solver

MEDAN-RektorUniversitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Prof Dr Ivan Elisabeth Purba SH MKes, meminta para alumni dapat menjaga nama baik kampus dan almamater.

“Bekerjalah dengan baik dan jika ada kesempatan, agar para lulusan USM-Indonesia selalu belajar dan silahkan melanjutkan pendidikan yang lebih baik lagi,” harapnya pada wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 yang di Grya Benn Medan,  Kamis  (16/10/2025)

Prof Ivan  juga meminta para alumni mampu berpikir kritis dan bertindak sebagai  problem solver. Dengan demikian diharapkan  akan mampu menghadapi masalah atau tantangan untuk menemukan solusi yang efektif.

Kedua kemampuan tersebut, kata Prof Ivan sangat vital atau dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.

“Selain itu anda juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan cepat saat ini, seperti digitalisasi dan otomatisasi serta kemauan untuk belajar hal baru. Karenanya perlu terus menerus belajar. Tapi ini saja tidak cukup. Kita juga perlu terus menerus mengembangkan karakter,”  pesan Prof Ivan.

Rektor USM-Indonesia juga berharap, usai menjalani pendidikan di Universitas Sari Mutiara Indonesia, para alumni memiliki pribadi yang adaptibility, integrity, humilities dan responsiveness.

BACA JUGA :  USU dan Industri Tiongkok Sinergikan Langkah dalam Job Fair dan Leader Forum 2025

Kunci Sukses

Senada dengan Ketua Yayasan Sari Mutiara Indonesia, Dr Parlindungan Purba SH MM. Dia juga mengungkapkan hal yang harus dilakukan jika alumni USM Indonesia hendak menjadi pribadi yang sukses dalam hidupnya.

Menurutnya kunci kesuksesan tersebut adalah memiliki kemauan, kemampuan dan kesempatan atau 3 K.

“Jika prinsip 3 K ini diterapkan  dalam kehidupan, saya yakin anda akan sukses,” katanya.

Parlindungan mengatakan, seseorang menimba ilmu pengetahuan di bangku perguruan tinggi karena dia memiliki kemauan untuk memperbaiki hidupnya dan meraih apa yang dicita-citakan.

Sebab dengan adanya kemauan maka dia mau belajar keras dan punya cita-cita serta keinginan agar hidupnya kelak berhasil.

Untuk mencapai itu, sebut Parlindungan maka dia mau mengorbankan dirinya untuk belajar keras, karena yakin  bahwa ilmu pengetahuan akan membawa dia meraih sukses.

Sementara prinsip kedua adalah kemampuan yang berarti dari belajar keras itu dia akan menguasai ilmu pengetahuan yang akan digunakan untuk bekerja atau memperoleh penghasilan.

BACA JUGA :  Said Dzaki, Alumni MAN 2 Padangsidimpuan Berhasil Tembus Universitas Al Azhar Kairo

Namun, katanya ada hal yang harus diperhatikan dalam prinsip kemampuan ini. Alumni juga dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

“Kemampuan komunikasi ini sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan, terutama saat kita menerapkan prinsip ketiga yakni kesempatan,” ujarnya.

Dengan menguasai ilmu pengetahuan dan kemampuan komunikasi yang baik, maka alumni USM-Indonesia akan memiliki kesempatan untuk membuka jaringan.

Menurutnya hal inilah yang  dilakukan di USM-Indonesia yakni membuka jaringan melalui kerja sama dengan banyak pihak dan juga dengan para almuni.

Harapan kami, dimanapun para alumni berada, hendaknya tetap menjalin komunikasi di USM-Indonesia,” tegas Parlindungan Purba.

Parlindungan Purba berharap para wisudawan-wisudawati USM-Indonesia dapat sukses dalam menjalani kehidupan.

“Jangan pernah menyerah, selalu belajar dan perluas pergaulan, maka saya yakin Anda akan sukses,” tuturnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD, dalam sambutannya mengapresiasi capaian USM Indonesia yang terus melahirkan lulusan berkualitas dan membuka jejaring internasional.

“Keberhasilan hari ini patut disyukuri, karena tidak semua seangkatan Anda tahun 2021 bisa melanjutkan kuliah. Saat ini baru sekitar 32 persen lulusan SMA di Indonesia yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara di Malaysia sudah 50 persen lebih,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rayakan Hari jadi ke 110, Sharp Kampayekan Pelestarian Lingkungan ke Sekolah

Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan IPK, melainkan mengembangkan kemampuan sosial dan budaya melayani yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Budaya melayani adalah budaya yang baik dan harus terus ditingkatkan. Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama keberhasilan seseorang,” ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof Dr Tarmizi S.H  MHum pada sambutannya
mengucapkan selamat kepada para lulusan yanh berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di USM-Indonesia.

Prof Tarmizi juga berharap para alumni dapat mengamalkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya di dalam kehidupan sehari-hari untuk kemajuan masyarakat.

Selain itu, Prof Tarmizi juga mendukung keinginan Ketua Yayasan Parlindungan Purba yang ingin membuka program studi hukum kesehatan dan mendirikan pusat studi pembiayaan infrastruktur daerah. ( sn)