Gelar Wisuda Peride II/2025, Lulusan USM Indonesia Disiapkan Berkarakter Unggul dengan STRoNG

MEDAN-Sebanyak 1.381 lulusan  Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan, mulai Diploma III, Sarjana, hingga Magister diwisuda di Griya Benn Convention Hall, Jalan T. Amir Hamzah  Medan, pada Rabu dan Kamis (15-16/10/2025).

Hadir pada wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 itu Rektor USM-Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba SH M.Kes, Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, SH, MM dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLdikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA Ph.D serta para undangan lainnya.

Pada wisuda hari pertama, Rabu (15/10/2025) wisuda diikuti sebanyak 719 orang yang tetbagi dua sesi ( pagi dan siang) dan dirangkai penandatanganan kerja sama antara USM Indonesia dan Onodera User Run Co., Ltd., Jepang.

Rektor USM-Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba SH, M.Kes pada sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya prosesi wisuda yang menandai pengakuan atas pencapaian ilmu pengetahuan dan kompetensi para lulusan.

Disebutkannya, dengan diwisudanya 1.381 lulusan ini,  maka total alumni mencapai 15.666 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan sejumlah negara.

Menurutnya, dengan menyandang gelar akademik, para lulusan kini memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, serta peradaban dunia dan kemanusiaan,.

Dia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap digitalisasi, dan semangat life-long learning.

BACA JUGA :  Undhar Shalat Iduladha dan Kurban, Wujud Ketakwaan dan Kepedulian

Karena itu ia berharap lulusan USM-Indonesia mampu menunjukkan karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai Spiritualisme, Intelektualisme, Profesionalisme, Nasionalisme, dan Globalisme (STRoNG) sebagai ciri khas universitas.

Prof. Ivan menyebutkan  saat ini USM-Indonesia terakreditasi “Baik Sekali” dengan 24 program studi aktif yang terdiri dari jenjang Diploma, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana.

“Tiga program studi bahkan telah meraih akreditasi Unggul,  yakni S2 Kesehatan Masyarakat, S1 Kesehatan Masyarakat, dan S1 Ilmu Komunikasi,” papar Prof Ivan.

Pada tahun ini, USM Indonesia selain menerima 25 mahasiswa asing asal Timor Leste juga terus mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga pendidik.

Pada bidang pembelajaran, USM-Indonesia dipercaya  Perpustakaan Nasional dan Kemdikti Saintek untuk melaksanakan KKN Tematik Literasi di 20 perpustakaan Kabupaten Deli Serdang.

Sedangkan dari sisi penelitian dan pengabdian masyarakat, USM-Indonesia memperoleh 37 hibah dari Kemdikti Saintek, serta sejumlah prestasi kemahasiswaan di bidang seni, olahraga, debat, hingga kewirausahaan.

Selain itu untuk memperkuat kerja sama akademik dan profesional, universitas ini  menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri, di antaranya BRIN, Kemenkumham, BMKG, RSUP H. Adam Malik, Universitas Padjadjaran, Lincoln University College Malaysia, hingga Handong Global University Korea.

Menurutnya semua perkembangan ini tidak lepas dari dukungan yayasan, dosen, mahasiswa, alumni, dan para mitra yang telah bekerja keras menjaga atmosfer akademik yang kondusif, bersih, dan bebas dari narkoba.

BACA JUGA :  STMIK TIME Hasilkan Lulusan Siap Berkontribusi di Era DIgital

Kepala LLdikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA Ph.D di hadapan para wisudawan menyatakan  apresiasinya atas capaian USM Indonesia yang terus melahirkan lulusan berkualitas dan membuka jejaring internasional.

“Keberhasilan ini patut disyukuri, karena tidak semua seangkatan Anda tahun 2021 bisa melanjutkan kuliah. Saat ini baru sekitar 32 persen lulusan SMA di Indonesia yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara di Malaysia sudah 50 persen lebih,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan IPK, melainkan mengembangkan kemampuan sosial dan budaya melayani yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Menurutnya budaya melayani adalah budaya yang baik dan harus terus ditingkatkan. Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama keberhasilan seseorang.

Dia juga berpesan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari seberapa tinggi nilai akademik mahasiswa, tetapi juga dari sejauh mana hasil riset dan inovasi kampus berdampak memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan negara.

Dikatakannya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk menghasilkan riset-riset mini yang aplikatif,  riset sederhana tetapi berdampak, seperti untuk membantu petani meningkatkan hasil panen, menurunkan angka stunting, atau menangani masalah hipertensi.

” Inilah bentuk nyata kontribusi kampus bagi bangsa,” ujar Prof. Saiful.

Pada wisuda tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama USM Indonesia dan Onodera User Run Co., Ltd., Jepang, perusahaan rekrutmen tenaga kerja asal Tokyo yang dilakukan Prof Ivan Elisabeth Purba dengan Director Onodera User Run (OUR) Mr. Hamada.

BACA JUGA :  GUNTUR  Demo LLDikti dan Kejatisu  Terkait Dugaan Korupsi Dana Mahasiswa Miskin

Kerja sama ini bertujuan membuka peluang bagi lulusan USM Indonesia untuk bekerja di Jepang melalui Onodera User Run (OUR) Indonesia, Jakarta Center, sebuah pusat pelatihan keterampilan khusus yang memberikan pelatihan gratis bagi tenaga muda berusia 18–28 tahun dalam skema Specified Skilled Worker (SSW).

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan USM Indonesia. Mahasiswanya aktif, ramah, dan penuh semangat. Jepang sangat menghargai orang yang jujur, disiplin, dan tepat waktu,” ujar Hamada.

Perusahaan asal Jepang itu diketahui ini membuka ruang kelas pelatihan di USM Indonesia dengan lebih dari 300 peserta aktif.

Pada wisuda Rabu (15/10/2025), lulusan terdiri dari Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains Teknologi dan Sistem Informasi, serta Fakultas Komunikasi dan Perpustakaan, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan.

Sedangkan pada Kamis (16/10/2025) wisuda diikitu
662 lulusan terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Ilmu Pendidikan.

Dari lulusan tersebut di antatanya berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni Aldi Munawar Kaloko (S2 Kesehatan Masyarakat, IPK 3,57) dan Enjelina Oktaviani Zandrato (Profesi Ners, IPK 4,00). ( sn)