• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • SITEMAP
  • INDEKS
Jumat, Januari 16 2026
TRIBUNMERDEKA.COM
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Login
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
TRIBUNMERDEKA.COM
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks
Home Bisnis

Investasi Saham untuk Jangka Panjang

18 Februari 2022
/ Bisnis
674 36
724
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TribunMerdeka, MEDAN – Berinvestasi menjadi salah satu cara untuk membuat dan menjaga agar nilai uang terus bertahan dalam jangka panjang.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution pun memberi penjelasan investasi seperti apa yang bisa dipilih para investor. Menurutnya, saham menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang.

BACA JUGA

Sharp Aquos sense10 dan Aquos R10 Hadirkan Smartphone Premium dan Berkelas

Sharp Perkuat Aksi Nyata Kurangi Sampah Plastik Lewat Peresmian Mesin RVM di Plaza Indonesia

“Sesuai dengan karakteristiknya, saham layak dipilih sebagai instrumen investasi jangka panjang,” kata Pintor, Jumat (18/2/2022).

Dijelaskannya, investasi dengan portofolio di atas lima tahun dapat dikategorikan sebagai investasi jangka panjang. Fluktuasi harga saham yang tinggi dalam jangka pendek, membuat risiko yang tinggi pula jika ditujukan untuk invetasi jangka pendek. Oleh karena itu, naik dan turun harga saham dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan kinerja keuangan perusahaan.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi volatilitas saham adalah permintaan jual dan beli yang mengikuti hukum ekonomi. Semakin banyak yang merealisasikan keuntungan dengan menjual saham tersebut akan membuat harga saham turun dan sebaliknya semakin banyak yang membeli saham tersebut akan semakin naik harganya.

Pintor menyebut, faktor lain adalah situasi eksternal perusahaan, seperti situasi ekonomi, kebijakan atau peristiwa yang berdampak kepada sektor industri perusahaan, dan faktor lain seperti stabilitas politik, keamanan, dan sebagainya.

Pertimbangan utama ketika investor membeli saham dalam jangka panjang adalah kinerja fundamental perusahaan penerbit saham.

“Caranya dengan mencermati laporan keuangan perusahaan dan menganalisa prospek usaha perusahaan dan proyeksi bisnis serta keuangan perusahaan di masa depan,” katanya.

Jika kinerja perusahaan terlihat terus bertumbuh dalam jangka waktu 10 atau lima tahun terakhir, ini bisa mencerminkan proyeksi kinerja keuangan di masa depan.

Faktor sektor usaha perusahaan juga bisa ikut jadi pertimbangan, apakah dalam jangka panjang produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan akan tetap dibutuhkan banyak orang.

Ia meyakini, dengan melakukan analisis-analisis ini, investor tidak perlu risau ketika harga saham perusahaan turun dalam jangka pendek. Artinya, penyebab turunnya harga saham bukan karena faktor fundamental, tetapi akibat situasi eksternal yang sedang terjadi. Jika kondisi eksternal sudah membaik kembali, harga sahamnya pun akan ikut naik lagi.

Pintor menyarankan, sebelum memutuskan berinvestasi, yang paling utama perlu dilakukan adalah menentukan tujuan investasi. Sehingga, seorang investor tahu apa kebutuhannya dan produk investasi apa yang sesuai dengan tujuan investasi. Selain jangka waktu investasi yang dipengaruhi tujuan, hasil investasi juga akan jadi pertimbangan dalam menetapkan produk investasi yang sesuai.

“Contoh, kebutuhan pensiun adalah kebutuhan jangka panjang. Jika investor saat ini usianya 35 tahun dan dia menginginkan memiliki sejumlah dana untuk dinikmati pada usia 55 tahun, artinya tujuan investasi untuk 20 tahun ke depan,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, saham memberikan potensi return yang paling tinggi. Selama rentang 10 tahun terakhir, pertumbuhan IHSG tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 22,3% (return saham berdasarkan kenaikan indeks saham tertinggi dalam rentang waktu 2011-2021 berdasarkan data statistik di website IDX). Fluktuasi yang terjadi, selama belum mencapai target selama 20 tahun bisa diabaikan.

Selama investor disiplin pada rencana investasi, maka hasinya akan optimal. Setelah berinvestasi dengan memilih sejumlah saham sebagai bentuk diversifikasi, lakukan secara berkala rebalancing portofolio, biasanya enam bulan atau setahun sekali.

Jika saham yang diinvestasikan sudah memberikan return yang tinggi, yang membuat nilai aset investasi pada instrumen saham meningkat di atas rata-rata return tetinggi, investor bisa merealisasikan keuntungannya dan menginvestasikan kembali agar portofolio investai terus seimbang.

Contoh, untuk memenuhi kebutuhan investasi, seorang investor mengalokasikan dana investasinya 50% ke saham dan 50% ke surat utang negara dan obligasi korporasi. Di akhir tahun ternyata investasi saham sedang memberikan return tinggi, sehingga membuat nilai aset saham naik jadi 60%, sementara surat utang tinggal 40%. Maka investor harus menjual sahamnya agar nilainya kembali 50% dan membelikan surat utang sehingga posisinya juga kembali ke 50%.

“Hal ini dilakukan agar tujuan investasinya tetap berada pada jalurnya,” ujarnya.

Dengan cara ini, risiko investasi akan terkelola dengan baik, dan hasil yang optimal akan dituai dalam jangka panjang. Jika investor memutuskan berinvestasi jangka panjang, jangan tergiur melakukan aktivitas trading jangka pendek.

“Tetap fokus pada tujuannya. Atau jika tertarik menjadi trader, lakukan secara terpisah dengan portofolio yang baru, yang khusus untuk transaksi jangka pendek. Strategi jangka panjang dan jangka pendek bisa dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor,” pungkasnya. (red)

Post Views: 15

Tags: Headline
Share200Tweet125SendShare

Baca Juga

Sharp Aquos sense10 dan Aquos R10 Hadirkan Smartphone Premium dan Berkelas

18 Desember 2025

JAKARTA- Sharp perkenalkan dua lini smartphone terbarunya, Aquos sense10 dan Aquos R10, yang dirancang dengan pendekatan teknologi dan desain khas Jepang....

Sharp Perkuat Aksi Nyata Kurangi Sampah Plastik Lewat Peresmian Mesin RVM di Plaza Indonesia

8 Desember 2025

JAKARTA-Sharp Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dengan meresmikan pengoperasian mesin Reverse Vending Machine (RVM) di Plaza Indonesia....

Hello Comfort Roadshow, Sharp Hadirkan Inovasi Teknologi Jepang di 4 Kota Jawa

27 November 2025

MEDAN-PT Sharp Electronics Indonesia gelar rangkaian Hello Comfort Roadshow, Where Technology Meets Comfort ke empat kota utama di pulau Jawa,...

Sharp Indonesia  Umumkan Pemenang Program SLD Omotenashi 2025

23 November 2025

JAKARTA– Merayakan kedekatan dan rasa percaya yang  terbangun selama puluhan tahun dengan masyarakat Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia  mengumumkan para...

Transformasi Mulai Buahkan Hasil, PalmCo Setor Dividen Rp 1,5 Triliun

20 November 2025

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,5 triliun kepada pemegang saham/negara setelah membukukan kinerja keuangan...

25 Tahun Plasmacluster, Sharp Komit Hadirkan Inovasi Udara Bersih yang Mengubah Dunia

13 November 2025

JAKARTA– Dua puluh lima tahun yang lalu, Sharp memulai perjalanan luar biasa dalam menciptakan udara yang lebih bersih bagi dunia....

POPULER

Konten belum tersedia
TribunMerdeka.Com

© 2021 TRIBUNMERDEKA.COM - Portal Berita Terkini, FAKTA BERIMBANG.

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • SITEMAP
  • INDEKS

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Sport
  • Rileks
  • Indeks

© 2021 TRIBUNMERDEKA.COM - Portal Berita Terkini, FAKTA BERIMBANG.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In