Prabowo ‘Keukeh’ Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan bertahannya Indonesia dalam keanggotaan Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP).

Ia menyatakan keberadaan RI di BoP semata-mata untuk mendukung kemerdekaan Palestina lewat solusi dua negara (two-state solution).

Prabowo menyampaikan itu dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis” yang dikutip dari pernyataan Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (16/3/2026).

BACA JUGA :  Pemkot Medan: APBD 2024 Dikelola Secara Sehat dan Optimal

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda.

Ia juga mengatakan seluruh pembahasan terkait BoP tengah ditangguhkan buntut meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA :  Polres Palas Hadiri Rakor KPU Palas dan LO Paslon: Persiapan Debat Publik Kedua Pilkada Palas 2024

Indonesia, tegas Prabowo, takkan bergabung dalam aliansi militer manapun.

Menurutnya, Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, takkan bergantung pada kekuatan negara lain.

Ia pun menyatakan Indonesia harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat.

BACA JUGA :  Pemkot Medan Sinkronkan Program Dengan Visi Misi Wakot Terpilih

Prabowo juga menyebut Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan memiliki postur militer yang bersifat defensif.(cnni/bj)