GUNUNGSITOLI – Dalam rangka memperkokoh persatuan guna mewujudkan cita-cita pemekaran Provinsi Kepulauan Nias, Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) Menggelar audiensi berupa silaturahmi kepada Tokoh-tokoh Muslim Nias, yang terlaksana di aula serbaguna Pondok Pesantren Ummi Kalsum, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Jumat (27/2/2026)

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum BPP-PKN (Mayjend TNI Purn. Christian Zebua) didampingi Pengurus turut memaparkan rangkaian proses yang telah dilalui sejak Tahun 2014 silam hingga Tahun 2026 perihal perjuangan untuk mewujudkan Tano Niha (Kepulauan Nias) menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru setingkat Provinsi.
“Perjuangan ini telah dimulai oleh para Tokoh-tokoh sebelumnya pada Tahun 2014 silam. Berbagai upaya telah dilakukan dan berdampak signifikan. Perjuangan belum selesai dan hal ini yang tengah menjadi misi dari kami untuk menyukseskannya”, Ucapnya

Christian Zebua juga menuturkan sejumlah capaian tekhnis yang telah diterima juga progres yang telah dijalankan oleh BPP-PKN serta berbagai bentuk dukungan dari Stackholder Pemerintah Pusat dan Forum Kepala Daerah Se Kepulauan Nias.
Dalam perjuangan ini, lanjut dia, Dibutuhkan soliditas dan semangat kebersamaan seluruh pihak. Karena melalui agenda pemekaran ini, diharapkan menjadi awal kemajuan daerah.
“Saya berharap dukungan dari para Tokoh Muslim melalui perjuangan ini”, Harap Christian

Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Gunungsitoli (Ustadz H. Abdul Hadi Caniago, SH) Menyambut baik kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus BPP-PKN serta rencana pemekaran Kepulauan Nias menjadi provinsi.
Menurutnya, Agenda perjuangan tersebut layak didukung dan berharap wilayah Kepulauan Nias dapat dimekarkan menjadi Provinsi.
Tidak hanya itu, Ketua MUI menegaskan bahwa apabila ada oknum yang menyatakan menolak pemekaran Kepulauan Nias, maka hal itu tidak mewakili muslim.
“Harapan kami, Perjuangan ini dapat sukses. MUI siap mendukung”, Terangnya
