RSUP HAM Lakukan Operasi Transplantasi Ginjal Pasien Keenam

MEDAN (METROJURNAL.COM) – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) kembali melakukan operasi transplantasi ginjal, Senin (5/2/2024).

Hal itu dikatakan Manajer Hukum dan Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak

Disampaikannya, ini merupakan pasien keenam yang menjalani operasi cangkok ginjal di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di wilayah Sumatera Utara ini, sekaligus menjadi pasien yang pertama di tahun 2024.

Pasien laki-laki berusia 36 tahun ini berasal dari Berastagi, Kabupaten Karo, dan diketahui sudah menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis selama lebih setahun sejak September 2022. Operasi transplantasi ginjal ini dilakukan di ruang Kamar Bedah Emergency (KBE) Gedung Instalasi Gawat Darurat RSUP HAM mulai pukul 07.30 WIB.

BACA JUGA :  RSUP HAM dan PPK Fasilitasi Hak Suara Pasien dalam Pemilu 2024

“Operasi transplantasi ginjal ini dilakukan oleh Tim Transplantasi Ginjal RSUP HAM di bawah pendampingan dari Tim Transplantasi Ginjal RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional layanan uronefrologi. Tim Transplantasi Ginjal RSUP HAM diketuai oleh dr Alwi Thamrin Nasution SpPD-KGH,” jelas Rosario yang biaaa disebut Rosa.

BACA JUGA :  Secuil Kisah di Balik Kepergian Vidi Aldiano, Penyanyi "Nuansa Bening" yang Tutup Usia di Usia 35 Tahun

Sedangkan Tim Transplantasi Ginjal dari RSCM Jakarta beranggotakan sebanyak lima dokter spesialis. Yaitu, Dr dr Maruhum Bonar SpPD-KGH, Prof Dr dr Nur Rasyid SpU (K), dr Arry Rodjani SpU (K), dr Besthadi Sukmono SpAn-KAR, dan dr Sahat Matondang SpRad (K).

Sebelumnya, RSUP HAM melakukan operasi transplantasi ginjal terakhir kali pada 4 Desember 2023, setelah sempat vakum selama pandemi Covid-19. Saat ini, pasien perempuan berusia 31 tahun asal Kabupaten Simalungun itu sudah menjalani rawat jalan.

BACA JUGA :  11 Tahun Menikah, Ruben Onsu Gugat Cerai Sarwendah

“Kedepannya, RSUP HAM berharap bisa melakukan operasi transplantasi ginjal secara mandiri. Transplantasi ginjal sendiri ditargetkan menjadi salah satu layanan tetap di rumah sakit kelas A ini dan berjalan secara terjadwal bagi para penderita gagal ginjal,” ujar Rosa. (Rel/YS)