GUNUNGSITOLI – Terkait Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Jatra II dengan melayani rute penyeberangan laut Gunungsitoli – Sibolga (Sumatera Utara) yang dikabarkan telah di Grounded (Pelarangan sementara untuk berlayar) oleh Dirhubla Kemenhub RI, Management PT Persero ASDP Indonesia Ferry angkat bicara dan membenarkan terkait pelarangan tersebut. Kamis (07/8/2025)
“Iya benar dan bahwa ada hasil uji petik terkait Kapal Jatra II. Dari beberapa hasil audit, Kami diminta menyelesaikan sejumlah hal”, Ucap General Manager (GM) PT Persero ASDP Ferry Indonesia Cabang Danau Toba (Mario Sardadi Oetomo) Kepada TribunMerdeka.

Pelaksanaan uji petik atau kelaikan kapal laut (kelaiklautan) ini mendasari surat yang diterima PT ASDP dari Direktorat Perhubungan Laut (Dirhubla) Kementerian Perhubungan.
Mario memberitahu bahwa sebelumnya pihaknya telah merencanakan terkait pemeliharaan fasilitas penumpang yang kebetulan bersamaan dengan penindaklanjutan terhadap hasil audit uji kelaiklautan sesuai instruksi Direktorat Perhubungan Laut (Hubla).
Adapun sejumlah perbaikan dimaksud yakni pemeliharaan dan penambahan tatami (Tempat tidur ruangan ekonomi) dan masalah springkel air (alat pendistribusian air) dibeberapa titik kapal.
Terkait adanya isu kerusakan alat navigasi, Mario membantah dan menerangkan bahwa setiap kapal memiliki cadangan alat navigasi jika ada kerusakan maka alat navigasi laiinya bisa difungsikan. Namun jika semuanya masih tidak berfungsi, Pihaknya mengklaim telah dibekali langkah keselamatan.
Terkait fasilitas penumpang, Mario mengakui bahwa standarnya kurang memadai dan hal itu termasuk menjadi fokus perbaikan.
Pelaksanaan uji kelaikan kapal laut (Kelaiklautan) ini sejak tanggal 02 Agustus 2025 dan progresnya mencapai 50 % (persen) lebih.
“Secara logika, Jika alat navigasi tidak berfungsi, mana mungkin Kapal Jatra II bisa berlayar sampai ke Sumatera. Kami ini bagian dari Pemerintah, tentu kami akan turuti apa yang menjadi tugasnya Pemerintah. Uji kelaiklautan ini sesuai surat yang kami terima dari Kemenhub”, Ungkapnya
“Perbaikan udah 50 persen lebih. Setelah itu akan ada audit lagi, baru nanti kita bisa turun ke lintasan pelayaran. Mudah-mudahan rencana minggu depan Kapal Jatra II bisa berlayar lagi dengan kondisi yang lebih baik”, Tutup Mario.
(Rama)
