GUNUNGSITOLI – Dalam rangka percepatan penyaluran bantuan pangan tahun 2025, Perum Bulog Cabang Nias melakukan penyaluran secara langsung secara perdana ketiap Desa/Kelurahan yang ada diwilayah Kepulauan Nias. Senin (21/7/2025)
Pimpinan Cabang Perum Bulog Nias (Muhammad Khoiruddin) Kepada TribunMerdeka Menyampaikan bahwa penyaluran langsung ini dilakukan sebagai upaya memudahkan masyarakat khususnya bagi Penerima Bantuan Pangan (PBP) dalam melakukan pengambilan bantuan.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan selesai hingga tenggat yang sudah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional yakni Tanggal 31 Juli 2025.
“Penyaluran ini kita laksanakan di Balai Kantor Desa/Kelurahan. Jadi warga PBP tidak kesulitan mengambil bantuan pangan”, Ujarnya
Khoiruddin juga memberitahu bahwa dalam penyaluran bantuan pangan, Data penerima bantuan pangan (PBP) ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.
“Data itu dari Pusat yakni Badan Pangan Nasional. Jadi Bulog hanya ditugaskan menyalurkan sesuai data yang ditetapkan. Bukan Bulog yang menetapkan atau mengolah data penerima tersebut”, Pungkas Khoiruddin.
Sedangkan Pj. Kepala Desa Miga (Wajidin Telaumbanua) Menyampaikan apresiasi atas penyaluran Bantuan Pangan oleh Perum Bulog Cabang Nias. Senin (21/7)

Dalam penyaluran tahun 2025 ini warga yang menerima bantuan pangan sebanyak 100 orang penerima, dibandingkan tahun 2024 yang hanya berjumlah 14 orang penerima.
Wajidin memberitahu bahwa bantuan pangan ini sangat bermanfaat kepada masyarakat terutama bagi mereka yang kategori kurang mampu dan kesulitan dalam mencari penghasilan seperti nelayan dan kuli bangunan.
“Penyaluran ini tanpa kendala dan tidak ada keluhan apapun. Petugas Bulog langsung terlibat dalam distribusi untuk memastikan bantuan sampai ketangan yang tepat, sesuai data yang ditetapkan Badan Pangan Nasional menggunakan data Kementerian Sosial”, Ungkapnya
“Sebagai Kepala Desa, Saya harap kedepan data penerima diwilayah kami bisa lebih bertambah banyak”, Harap Wajidin.
