Jenazah Balita Dalam Kotak Kardus, Pasutri Menangis Diemperan Minimarket

MEDAN-Ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh orang  tersayang yakni anak pasti terasa sangat menyedihkan, terlebih lagi bagi seorang ibu yang telah berjuang dari mengandung hingga melahirkannya .

Pastinya jika anaknya hidup, berbagai pengorbanan nantinya akan rela ia lakukan demi sang anak demi melihat perkembangan sang anak tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat .

Hanya saja harapan itu tak sampai, cita-cita pasangan suami istri (Pasutri) ini terputus dikarnakan anaknya berjenis kelamin laki-laki itu telah berpulang terlebih dahulu disaat usianya tak kurang dari 24 jam disalah satu Rumah Sakit yang ada di Deli Tua Kota Medan.

Bahkan mirisnya lagi, setelah anak yang dilahirkan, meninggalkan dunia yang fana ini, pasangan suami istri ini tak bisa menguburkannya dipemakaman umum yang ada diwilayah tempat tinggalnya yakni di Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, karna ketiadaan biaya.

Berbekal semangat dan keyakinan, Tuhan pasti akan menolongnya, kedua pasangan suami istri ini bertekat untuk menguburkan anaknya sebagai mana layaknya, lalu merekapun berniat membawa jenazah anaknya ke kampung halamannya di Aek Nabara Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara.

Endingnya, tanpa uang sepeserpun, kedua pasangan suami istri ini lalu meninggalkan rumah kostnya di Jalan Pertahanan Gang Persatuan Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang.

Kejadian ini dialami pasangan suami istri bernama Poniman Nainggolan (38) dan Medi Wati Romida Boru Butarbutar (37) saat ditemui di Jalan SM Raja  tepatnya diemperan minimarker Alfamidi tak jauh dari Jalan Turi  Amplas Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas.

BACA JUGA :  Demi keselamatan, KAI Sumut tutup 49 perlintasan sebidang

Cerita pertemuan dengan kedua orang tua yang baru saja kehilangan anaknya itu bermula warga curiga dengan sebuah kotak kardus yang dibawa pasangan suami istri itu. 

Kecurigan warga tersebut, seterusnya dilaporkan kepada personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak yang saat itu lagi melakukan Patroli rutin dipimpin Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Jikri Sinurat SH MH bersama Panit Reskrim Iptu M. Yusuf Dabutar SH MH, guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan pada malam hari.

Tak lama berselang, setelah menerima informasi tersebut, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak tiba di lokasi. Namun ketika ditanya sang ibu bayi itu langsung menangis, keduanya tampak saling berpegangan.

“Apa ini buk, yang ada didalam kotak, coba dibuka,”pinta personil. Sembari membuka kotak tersebut, wanita itu mengatakan kalau isi didalam kotak adalah jenazah anaknya yang baru dilahirkannya.

“Ini anak ku, uda meninggal pak, rencananya mau dibawa ke kampung, kami terpaksa bermalam di sini (emperan minimarkat) karna nunggu pagi, dan rencana mau mencari tumpangan karna kami tidak punya uang untuk ongkos,”jelas Medi Wati Romida Boru Butarbutar sang Ibu malang menjawab pertanyaan personil polisi Minggu (28/01/24) sekira Jam 2.45 Wib.

BACA JUGA :  Seribuan Peserta Ikuti Fun Bike HIPWI FKPPI Langkat

Sementara atas keterangan sang ibu bersama suaminya itu, Polisi tak langsung percaya, mereka saling berpegangan untuk menguatkan atas kehilangan buah hati tercintanya. Keduanya pun kembali menjawab dan menunjukkan bukti kalau jenazah yang ada didalam kotak tersebut benar anak mereka.

Selanjutnya sang ibu dan suaminya menceritakan, kalau istrinya melahirkan di Klinik Pratama “NIAR” di Jalan Pelita Dusun V Desa Marindal II Kecamatan Patumbak  Kabupaten Deli Serdang Jum’at (26/01/2024) sekira Jam 10.00.Wib.

“Karna waktu lahir anak saya Prematur (kurang bulan) Klinik Niar merujuknya ke Rumah Sakit Sembiring Delitua, namun setelah dirawat  anak saya meninggal dunia Sabtu (27/01/2024) sekira Jam 22.30 Wib,”jelas sang Ayah Ponimin Nainggolan pada Polisi sembari menunjukkan Surat Keterangan Lahir yang dikeluarkan oleh Klinik Pratama “NIAR”.

Singkat cerita, setelah semua jelas dan personil Polsek Patumbak yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Jikri Sinurat SH MH didampingi Panit Reskrim Iptu M Yusuf Dabutar SH MH merasa yakin, dan setelah berkoordinasi dengan Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chan SH MH, berikutnya polisi meminta agar Ponimin Nainggolan membuat surat pernyataan.

Selanjutnya setelah itu,  saat kotak tempat anaknya dibuka kembali, agar jenazah anaknya lebih baik digendong jangan diletakkan didalam kotak kardus, wanita itu tampak tak sanggup melihatnya, dan hanya menunduk sambil menangis.

BACA JUGA :  Akibat Curah Hujan Tinggi, Terjadi Banjir Bandang di Kecamatan Salapian Belasan Rumah Hancur

Begitu pun sang suami yang tampak menunduk tak kuasa menahan air matanya saat membedong anaknya dan lalu mengangkat kegendongan istrinya dan sang istri yang diduga tak sadar anak telah meninggal dunia, tampak menggerak-gerakkan gendongannya selayak sang ibu ingin menidurkan anaknya.

Setelah semuanya selesai, sebelum meninggalkan lokasi, tampak para personil Polsek Patumbak menyalami sang ibu, seraya memberikan bantuan biaya diperjalanan kepada kedua pasangan suami istri tersebut untuk mengkebumikan anaknya di kampung halamannya, Aek Nabara Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Sedangkan Kanit Reskrim Iptu Jikri Sinurat SH MH dan Panit Reskrim Iptu M Yusuf SH MH sebelum beranjak dari lokasi mencoba menasehati pasangan suami tersebut agar tidak membuang jenazah bayi tersebut.

“Tolong  kebumikan dengan baik dan jangan kalian membuang jenazah anak kalian, kalau tidak mau berusan dengan hukum, kalau kalian buang, kami pastikan kalian dengan mudah ditangkap, karna data dan foto kalian ada sama polisi,”bilang kedua perwira tersebut dengan suara terdengar parau diduga ikut merasakan kesedihan.

Mendengar nasehat itu, pasutri tersebut lalu mengaminkannya. “Ya pak, engak mungkin saya membuangnya, saya sayang sama dia, sayang kali saya dia pak,”ucap Medi Wati Romida Boru Butarbutar sang Ibu malang tersebut.(Red.)